Sabtu, 25 Mei 2013

Panggilan Mengejutkan

Diposkan oleh Sabrina di 06.49 0 komentar


Kini setelah setelah 10 tahun bersama, berada di sekolah yang sama, berangkat sekolah bersama, les bersama, dan memiliki benyak problem yang sama… Kami berpisah. Berada di SMA berbeda membuat aku melupakan mimpi masa kecilku, mimpi masa kecil kami…
Kesibukan tidak lantas membuat kami melupakan satu sama lain, begitu pula pacar. Meskipun kini kami berdua sama-sama memiliki seorang teman dekat, Miko tetap jadi orang pertama yang aku ingat saat aku sedih dan orang pertama pula yang ingin aku beri kabar saat aku bahagia.
“Mikha, kamu dipanggil Bu Eny di ruang BK..” seorang teman sekelasku, Nissa tiba-tiba memberiku kabar mengejutkan di jam istirahat.
(Dengan kening berkerut) “Tumben banget…. oke deh” balasku sambil melangkah malas dari bangku menuju ruang BK yang tepat berada di depang ruang kepala sekolah…

Sore di Depan Rumah

Diposkan oleh Sabrina di 06.48 0 komentar


“Kapan ya cerita kita muncul gitu di majalah Bobo?” tanyaku padanya, polos.
“Iya aku juga pengen…. Ntar yang tulisannya dimuat duluan, traktir ya?” pintanya.
“Oke..” dan kami-pun sepakat.
Dia mendorong sepedanya pelan meninggalkan halaman rumahku, sore itu. Setelah kami berdua berunding ala orang dewasa dengan kesepakatan khas anak kecil. Sederhana. Manis.
Kami hanya dua orang anak “aneh” yang berbeda, yang “lain” yang “beda”. Kami tidak suka olahraga, tidak suka bermain music, tapi kami suka menulis, suka berangan dan suka bermimpi.
Ini aku, dan kamu, Miko….

Sabtu, 09 Maret 2013

Global Cooling

Diposkan oleh Sabrina di 04.37 0 komentar



A.   PENGERTIAN
Global Cooling menurut beberapa pemerhati lingkungan merupakan suatu titik balik Global Warming. Global Cooling merujuk kepada Geophysical Theory oleh James Dwight Dana dan juga merujuk kepada "Contracting Earth" Theory. Teori terakhir Contracting Earth Theory bertolak belakang dengan Expanding Earth Hypothesis yang disebut di sekitar tahun 1950-1960 oleh S. Warren Carey, seorang ahli geologi Australian yang sejalan dengan teori Big Bang, yaitu teori asal muasal terjadinya alam.
Global (Global Cooling) adalah menurunnya tingkat suhu udara yang sangat drastis, secara alami suhu bumi lebih rendah dari rata-rata suhu biasanya. Menurut salah satu institusi penelitian di jerman, naik turunya temperatur udara di sebabkan oleh penurunan aktivitas matahari yang bisa mengkibatkan suhu bumi menurun 0,2 derajat celcius. Selain itu, proses pemanasan global yang melelehkan es di bebebapa daratan juga di prediksikan akan memicu pendinginan global.

B.   SEJARAH
Berdasarkan data yang ada,  dalam 10 tahun terakhir tidak terjadi pemanasan global, namun justru tercatat terjadi pendinginan pada tahun 2007-2008, Forum Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) dan pembuat model-komputer yang percaya bahwa CO2 adalah penyebab pemanasan global masih memprediksi bahwa Bumi akan mengalami bencana besar yang diakibatkan pemanasan. IPCC memperkirakan pemanasan global 1°F per dekade dan 5-6°C (10-11°F) pada 2100, akan menyebabkan bencana global yang berdampak bagi kehidupan manusia, habitat alami, energi dan sumber daya air, dan produksi pangan. Semua ini didasarkan pada asumsi bahwa pemanasan global disebabkan oleh peningkatan atmosfer CO2 dan bahwa CO2 akan terus meningkat dengan cepat.
Namun, catatan perubahan iklim masa lalu menunjukkan skenario yang sama sekali berbeda. Bukanya pemanasan global drastis dengan laju 0,5°C (1°F) per dekade, catatan sejarah siklus alam terakhir justru menunjukkan pendinginan global untuk beberapa dekade pertama abad ini sampai sekitar tahun 2030, diikuti oleh pemanasan global sekitar tahun 2030-2060, dan diikuti pendinginan global 2060-2090. Fluktuasi iklim selama beberapa ratus tahun terakhir menunjukkan siklus iklim setiap 30 tahunan pemanasan dan pendinginan global, yang diyakini sejak Little Ice Age 500 tahun yang lalu.
Pendinginan Global berkaitan dengan kondisi selama tahun 1970-an dimana terjadi pendinginan permukaan bumi dan bersama dengan dimulainya glaciation. Hipotesis ini mendapat dukungan dari komunitas ilmiah, tetapi tidak mendapat perhatian populer sementara karena berita-berita pers yang tidak akurat tentang pemahaman ilmiah siklus zaman es.

C.   PENYEBAB
Global warming diakibatkan menumpuknya karbondioksida di atmosfer, sehingga panas (dari matahari) sulit keluar dan masuk. panas yang terkurung di bumi membuat es mencair.
Panas itu akan hilang seiring waktu, dan bumi akan mendingin lagi. Tetapi CO2 masih menghalangi panas matahari untuk masuk, akibatnya bumi akan menjadi terlalu dingin, sehingga terjadi global cooling.
Dengan kata lain, fenomena global cooling ini disebabkan karena suhu matahari yang menurun dan selain itu disebabkan oleh Letusan gunung dahsyat seperti Gunung Tambora dan Gunung Krakatau akan menyebabkan lapisan atmosfer dipenuhi debu dan sinar matahari terhalang masuk ke permukaan bumi sehingga terjadi pendinginan global seperti zaman es dulu

D.   PROSES
Berbeda dengan prediksi global cooling, pendapat ilmiah saat ini pada perubahan iklim adalah bahwa Bumi tidak dalam proses pendinginan, tetapi mengalami pemanasan global sepanjang abad kedua puluh.
Berikut Jarak terdekat (perihelium) dan Terjauh (aphelium), hingga tahun 2020.
o  Perihelium      3 Januari 2010         = 147.488.866,5 km
Aphelium        6 Juli 2010                = 152.500.838,1 km
o  Perihelium      4 Januari 2011          = 147.496.625,5 km
Aphelium        5 Juli 2011                 = 152.506.630,2 km
o  Perihelium      5 Januari 2012         =147.488.038,1 km
Aphelium        5 Juli 2012                = 152.496.888,2 km
o  Perihelium      2 Januari 2013         = 147.489.000,5 km
Aphelium        6 Juli 2013                = 152.501.843,3 km
o  Perihelium      4 Januari 2014         = 147.495.702,5 km
Aphelium        4 Juli 2014                = 152.497.880,1 km
o  Perihelium      4 Januari 2015        = 147.487.065 km
Aphelium        7 Juli 2015                = 152.497.942,1 km
o  Perihelium      3 Januari 2016         = 147.49.100 km
Aphelium        5 Juli 2016                = 152.508.228,6 km
o  Perihelium      5 Januari 2017         = 147.491.900,6 km
Aphelium        4 Juli 2017                = 152 496 967,1 km
o  Perihelium      3 Januari 2018         = 147.488.084,1 km
Aphelium        7 Juli 2018                = 152.500.009,4 km
o  Perihelium      3 Januari 2019         = 147.490.605 km
Aphelium        5 Juli 2019                = 152.508.785 km
o  Perihelium      5 Januari 2020         = 147.482.003,1 km
Aphelium        4 Juli 2020                = 152.499.715,4 km
source data : using MICA
Jadi, Kesimpulannya Bumi semakin dingin karena semakin jauh dari Matahari dan Mulai mencapai titik baliknya pada tahun 2020. Sejak 4 Juli 2020 nanti, Bumi akan mendekat lagi ke Matahari.
Perubahan iklim global jauh lebih sering terjadi dibanding pemanasan global abad ke- 20 yang lalu, dan semuanya terjadi dalam kurun waktu sekitar 20-100 tahun. Pemanasan global abad lalu (0,8°C) tampak tidak signifikan jika dibandingkan dengan besarnya perubahan iklim global dalam 15.000 tahun terakhir. Tidak satupun dari perubahan iklim global disebabkan oleh bertambahnya emisi CO2 ke atmosfer karena semua perubahan iklim sudah berlangsung jauh sebelum emisi CO2 antropogenik dimulai. Penyebab dari sepuluh perubahan iklim ‘alami’ sebelumnya kemungkinan besar sama dengan penyebab pemanasan global 1977-1998.
Fluktuasi iklim selama beberapa ratus tahun terakhir menunjukkan siklus iklim setiap 30 tahunan pemanasan dan pendinginan global. Terdapat 12-20 kali perubahan iklim secara intensif pada beberapa kasus. Setidaknya terdapat 10 kali perubahan iklim global dalam 15.000 tahun terakhir.
Terdapat hubungan antara fluktuasi glasial, Pacific Decadal Oscillation, dan perubahan iklim global. Setelah beberapa dekade peneliti mempelajari tentang fluktuasi permukaan es pegunungan di North Cascade Range, penelitian menunjukkan pola yang berbeda antara osilasi glasial (Glacial Decadal Oscillation, GDO) yang sangat berkorelasi dengan catatan iklim. Pada tahun 1992, Mantua menerbitkan kurva Pacific Decadal Oscillation yang menunjukkan pemanasan dan pendinginan Samudera Pasifik yang sangat berkorelasi dengan fluktuasi glasial. Baik GDO dan PDO sesuai dengan catatan suhu global, dan jelas terkait.
Semua perubahan iklim global, kecuali pada 30 tahun terakhir, terjadi sebelum adanya emisi CO2 dalam jumlah signifikan. Ini menunjukkan bahwa perubahan-perubahan itu jelas-jelas tidak berhubungan dengan jumlah CO2 di atmosfer. Arti penting korelasi antara GDO, PDO, dan suhu global adalah: jika hubungan ini benar-benar ada, maka perubahan iklim pada abad yang lalu dapat diketahui, beserta pola fluktuasi glasial dan iklim.
Pola hubungan ini kemudian dapat digunakan dalam memproyeksisan perubahan iklim di masa depan. Dengan menggunakan pola yang terjadi selama beberapa ratus tahun, pada tahun 1998 peneliti memproyeksikan kurva suhu abad ke-20 sampai abad ke-21 dan muncul kurva ‘A’  sebagai perkiraan dari apa yang mungkin terjadi jika pola perubahan iklim tetap sama. Siklus hangat diperkirakan 2030-2060 didasarkan pada proyeksi dari fase hangat 1977-1998 dan fase pendinginan 2060-2090 didasarkan pada proyeksi siklus pendinginan 1945-1977. Ironisnya, prediksi ini dibuat pada tahun terpanas dari tiga dekade terakhir dan pada puncak periode panas 1977-1998. Pada saat itu, diproyeksikan mulai melengkung yang menunjukkan pendinginan global sekitar 2005 ±3-5 tahun sampai sekitar tahun 2030, pemanasan kemudian terjadi lagi dari sekitar 2030 sampai sekitar 2060, periode pendinginan berikutnya akan terjadi sejak sekitar 2060 sampai 2090. Ini hanyalah sebuah pendekatan, sangat berbeda dengan pemanasan 1°F per dekade menurut IPCC. Karena prediksi itu begitu berbeda dari prediksi IPCC, hanya waktu yang akan membuktikan proyeksi mana yang benar. Satu dekade telah berlalu, iklim global belum meningkat 1°F seperti perkiraan IPCC, sebaliknya terjadi sedikit pendinginan sekitar tahun 2007-2008. Dengan kata lain, suhu global justru turun.
Setiap kali terjadi perubahan menyebabkan suhu global mengikutinya. Perbandingan sejarah perubahan iklim global selama abad terakhir dengan PDO dan osilasi NAO, fluktuasi glasial, dan aktivitas titik matahari menunjukkan korelasi yang kuat dan menjadi basis data yang kuat untuk proyeksi perubahan iklim masa depan. Seperti yang ditunjukkan oleh pola historis GDO dan PDO serta pemanasan dan pendinginan global yang sesuai, pola ini merupakan bagian dari siklus hangat-dingin yang terus berjalan selama 25-30 tahun. Fase pendinginan global 1880-1910, ditandai dengan meningkatnya permukaan es di seluruh dunia, diikuti dengan pergeseran PDO ke fase pemanasan selama 30 tahun, yakni pemanasan global dan resesi gletser cepat. PDO fase dingin pada sekitar tahun 1945 disertai dengan pendinginan global dan meningkatnya permukaan es selama 30 tahun. Pergantian fase hangat PDO pada tahun 1977 mengawali pemanasan global dan resesi gletser yang berlangsung sampai tahun 1998. Terjadinya fase dingin PDO telah muncul tepat waktu, dengan asumsi bahwa efeknya akan serupa dengan sejarah masa lalu, iklim global dapat diperkirakan akan menjadi dingin selama 25-30 tahun ke depan.

E.   DAMPAK
Pemanasan global abad ini persis sama dengan pola iklim normal siklus pemanasan dan pendinginan. Saat ini kita sedang beralih dari fase hangat menuju fase dingin tepat seperti yang diprediksikan. Konsekuensi dari siklus pendinginan global selama 30 tahun mendatang diantaranya: gagal panen di daerah pertanian, kritis meningkatnya kebutuhan energi, kesulitan transportasi, dan perubahan habitat. Populasi global akan meningkat dari enam miliar menjadi sekitar sembilan miliar. Bahaya nyata penghamburan triliunan dolar dalam rangka mengurangi CO2 di atmosfer serta menyebabkan sedikitnya sisa dana anggaran untuk menangani masalah-masalah nyata yang akan ditimbulkan oleh pendinginan global.


Jumat, 08 Maret 2013

Rumus Move On

Diposkan oleh Sabrina di 19.07 0 komentar


Aku juga sama seperti kebanyakan “gadis” lain….
Pernah merasa tersakiti dan disakiti, pernah pula merasa menyakiti. Dan pernah begitu merasa bersalah pada seseorang.
Dan juga sering merasakan “kegalauan”, terutama saat sedang sendiri.
Sekarang, aku sendiri, namun tidak merasa sendiri. Ada begitu banyak sahabat yang insya Allah setia, ada banyak guru yang tidak henti-hentinya memberi motivasi dan tentu ada keluarga yang selalu siap menerima.
Beberapa hari yang lalu, seorang sahabat baik memberiku kata-kata yang Subhanallah… luar biasa efek dan dampaknya untukku…. Terimakasih banyak…

"dia seperti pasir .. semakin digenggam akan semakin habis "
Jangan dikejar ... Jangan dicari ... Rawat dan Jaga Dirimu ...
Sibukkan dirimu dengan hal baik, karena pada saat waktunya tiba
Cinta akan datang menemuimu dan memetikmu
-Bukan karena cantik rupamu, kepandaianmu, hartamu, atau tahtamu
-Tapi karena “cinta” tak mampu hidup tanpamu

"Jangan terjebak dalam perasaan sedih, hidup untuk masa datang, bukan masa lalu ... disakiti, merasa tersakiti itu adalah hal yang biasa terjadi dalam hidup. Banyak kawan, teman, sahabat terdekat yang terjebak dalam perasaannya sendiri, itu sangat RUGI"

"Setiap kali menemui hal yang gak sesuai harapan, itu biasa, banyaklah istighfar, hal kehidupan kan bukan cuma urusan cinta saja to? masih banyak hal yang penting untuk masa depan seperti kuliah, bekerja, pertemanan atau bahkan berumah tangga" ..tenang perjalanan masih panjang"

"Biasakan hati berzikir, mengingat yang punya hidup dan kehidupan ini, seberat apapun pasti akan terasa ringan, yang penting jangan terjebak meratapi kesedihan" :)


 

Fatamorgana ^_^ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea